Mars Kuningan Di Mata Masyarakat Kuningan
Kuningan ASRI
Walagri kuningan ASRI
Waluya rahayu nagri
Sarakan tempat bumetah
Aman, sehat, rindang, indah
Kuningan lumaku tandang
Dangiang galura juang
Hareupan udagan nanjung
Nyangga pangwangunan
Linggarjati jadi ciri
Nu abadi
Gunung ciremai mayungan
Galura na perjuangan
Kuningan alam nu endah
Tempat wisata
Kuningan rapih winangun kertaraharja
Kuningan Tandang Maju
Tanding
Kuningan
kiwari hangkeut ngawangun
Mupul
daya mancegegeun tatapakan
Butbat
jalan gedong sigrong
Seja
tandang maju tanding
Kuningan
niat singkil babarengan
Padungdung
di medan winangun
Barjuang
ningkatkeun karaharjaan
Ngariksa
hasil mungkaskeun udagan
Tekad
anu jadi dadasar
Mimigran
jadi visi utama
Pangwangunana
sagala widang
Sangkan
rahayat ajeg mandiri
Hayu
tandang teuneung ludeung
Rampak
bareng maju rambatirata
Sumanget
juang jadi pakarang
Mapag
juang kerta raharja
Raharja
Dua
lagu diatas merupakan lagu kedaerahan Kuningan, Jawa Barat. Lagu kedaerahan
adalah lagu atau musik yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi
populer dinyanyikan baik oleh rakyat daerah tersebut. Namun, apakah masyarakat
Kuningan mengetahui kedua lagu diatas? Berdasarkan hasil survei yang dilakukan
penulis kepada beberapa masyarakat Kuningan hanya 1 dari 4 responden yang
mengetahui lagu tersebut. Kebanyakan yang mengetahui lagu tersebut berasal dari
kalangan pemerintah daerah, sedangkan masyarakatpada umumnya tidak mengetahui.
Bahkan banyak dari mereka yang tidak mengetahui jika Kuningan memiliki lagu
kedaerahan. Di kalangan pelajar pun lagu ini hanya diketahui oleh segelintir
orang.
Hal
ini sangat disayangkan, padahal lagu kedaerahan merupakan suatu ciri khas dari
daerah tersebut yang mengandung makna tersendiri. Tetapi bagaimana masyarakat
kuningan dapat memaknai lagu kedaerahan mereka jika kebanyakan dari mereka
tidak mengetahuinya?
Ketika
penulis melakukan wawancara kepada ketua bidang kebudayaan di DinasPariwisata
dan Kebudayaan Kuningan, Enday, S.SI., menurut beliau lagu Kuningan ASRI
menpunyai makna sebagai pembangkit dan motivator kecintaan terhadap daerah
Kuningan. Isi dari lagu Kuningan ASRI menceritakan tentang suatu tempat yang
sejahtera sehingga masyarakatnya betah tinggal didalamnya karena memiliki
keindahan alam yang bisa dijadikan tempat wisata. Salah satunya tempat wisata Linggarjati
yang menjadi ciri khas Kabupaten Kuningan dan Gunung Ciremai sebagai saksi
jalannya perjuangan masyarakat dalam membangun Kuningan menuju daerah yang
lebih maju.Lagu ini merupakan hadiah dari mahasiswa Sekolah Tinggi Seni
Indonesia (STSI) Bandung yang melakukan kuliah kerja nyata di Kabupaten Kuningan
yaitu Nano S. pada tahun 1992. Judul lagu ini diambil dari motto Kabupaten
Kuningan yaitu ASRI (Aman, Sehat, Rindang dan Indah).
Sedangkan
lagu Kuningan Tandang Maju Tanding bermakna tentang visi dan misi Kabupaten
Kuningan pada masa kepemimpinan H. Aang Hamid Suganda, S.Sos. (2003-2013).Isi
dari lagu Kuningan Tandang Maju Tanding menceritakan Kabupaten Kuningan yang
sedang membangun kekuatan untuk berjuang bersama-sama selagi jalan masih
terbuka lebar. Semangat dan tekad yang kuat dalam perjuangan di medan
pembangunan untuk memberikan hasil yang lebih baik sehingga tercipta masyarakat
yang mandiri.Lagu ini diciptakanoleh Con Hasanudinpada saat diminta untuk
membuat lagu dalam rangka memeriahkan suatu lomba yang diselenggarakan di Desa
Panawuan Kecamatan Cilimus pada tahun 2006. Kemudian bupati tertarik dengan
lagu yang diaransemen oleh Drs. Cecep Amelia dan menjadikannya sebagai lagu
kedaerahan Kabupaten Kuningan. Pada tahun 2009 dibuatlah rekaman lagu Kuningan
tandang maju tanding yang sudah dilegalkan.
Jika
dilihat dari isi dan maknanya,lagu Kuningan ASRI lebih cocokuntuk dijadikan
mars Kuningan karena lagu ini bersifat abadi tanpa mengenal masa kepemerintahan
di daerah Kuningan. Sedangkan lagu Kuningan Tandang Maju Tanding bersifat
sementara karena visi dan misi yang terkandung di dalamnya hanya berlaku pada
masa kepemimpinan H. Aang Hamid Suganda, S.Sos.
Akan tetapi, justru lagu Kuningan ASRI inilah yang banyak tidak
diketahui oleh masyarakat. Padahal lagu ini sering dinyanyikan pada acara-acara
formal seperti rapat pemerintah daerah. Saat penulis melakukan wawancara dengan
Bapak E. Surahman selaku direktur utama Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL)
Kuningan, beliau mengatakan bahwasannya LPPL belum berani untuk menyiarkan lagu
Kuningan ASRI karena belum adanya
rekaman yang legal sehingga ditakutkan adanya kesalahan dalam nada ataupun
lirik. Hal ini dikarenakan tidak adanya anggaran khusus untuk pembuatan rekaman
tersebut meskipun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan telah mengajukan gagasan
mengenai hal tersebut.
Selain faktor diatas, terdapat beberapa faktor lain yang
menyebabkan masyarakat Kuningan tidak mengetahui Mars Kuningan ASRI.
Diantaranya adalah kurangnya kepekaan pemerintah dalam dunia pendidikan
terhadap sejarah dan kebudayaan lokal dengan mengedepankan sejarah dan
kebudayaan umum. Selain itu, pelajar di Kabupaten Kuningan pun merasa enggan
untuk membudayakan lagu-lagu kedaerahan. Juga karena adanya akulturasi budaya
yang disebabkan pernikahan antara masyarakat Kuningan dengan masyarakat daerah
lain sehingga pengenalan budaya kepada keturunannya tidak terfokuskan.
Dengan beberapa faktor di atas, seharusnya pemerintah menyediakan
dana khusus untuk membuat rekaman Mars Kuningan ASRI agar dapat di publikasikan
dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Kuningan. Selain itu upaya untuk
mengenalkannya dapat dilakukan dengan cara memasukan lagu kedaerahan setempat
ke dalam materi pembelajaran yang bersifat wajib dan dijadikan salah satu lagu
yang dinyanyikan dalam upacara bendera di Kabupaten Kuningan. Disamping itu
peran orang tua dalam mengenalkan lagu-lagu daerah sangat dibutuhkan agar
keturunannya mengetahui kebudayaan lokal setempat.
Oleh karena itu, dibutuhkan peran aktif dari segala pihak agar Mars
Kuningan ASRI dapat populer di masyarakat Kuningan sebagaimana lagu kebangsaan
Indonesia Raya yang diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Created by: Siti Rahmaniah N, Tia Sugiyanti, Tiara Rahmananda