Senin, 04 Mei 2015

Mars Kuningan Di Mata Masyarakat Kuningan



Mars Kuningan Di Mata Masyarakat Kuningan


Kuningan ASRI
Walagri kuningan ASRI
Waluya rahayu nagri
Sarakan tempat bumetah
Aman, sehat, rindang, indah

Kuningan lumaku tandang
Dangiang galura juang
Hareupan udagan nanjung
Nyangga pangwangunan

Linggarjati jadi ciri
Nu abadi
Gunung ciremai mayungan
Galura na perjuangan

Kuningan alam nu endah
Tempat wisata
Kuningan rapih winangun kertaraharja


Kuningan Tandang Maju Tanding
Kuningan kiwari hangkeut ngawangun
Mupul daya mancegegeun tatapakan
Butbat jalan gedong sigrong
Seja tandang maju tanding

Kuningan niat singkil babarengan
Padungdung di medan winangun
Barjuang ningkatkeun karaharjaan
Ngariksa hasil mungkaskeun udagan

Tekad anu jadi dadasar
Mimigran jadi visi utama
Pangwangunana sagala widang
Sangkan rahayat ajeg mandiri

Hayu tandang teuneung ludeung
Rampak bareng maju rambatirata
Sumanget juang jadi pakarang
Mapag juang kerta raharja
Raharja



Dua lagu diatas merupakan lagu kedaerahan Kuningan, Jawa Barat. Lagu kedaerahan adalah lagu atau musik yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer dinyanyikan baik oleh rakyat daerah tersebut. Namun, apakah masyarakat Kuningan mengetahui kedua lagu diatas? Berdasarkan hasil survei yang dilakukan penulis kepada beberapa masyarakat Kuningan hanya 1 dari 4 responden yang mengetahui lagu tersebut. Kebanyakan yang mengetahui lagu tersebut berasal dari kalangan pemerintah daerah, sedangkan masyarakatpada umumnya tidak mengetahui. Bahkan banyak dari mereka yang tidak mengetahui jika Kuningan memiliki lagu kedaerahan. Di kalangan pelajar pun lagu ini hanya diketahui oleh segelintir orang.
Hal ini sangat disayangkan, padahal lagu kedaerahan merupakan suatu ciri khas dari daerah tersebut yang mengandung makna tersendiri. Tetapi bagaimana masyarakat kuningan dapat memaknai lagu kedaerahan mereka jika kebanyakan dari mereka tidak mengetahuinya?
Ketika penulis melakukan wawancara kepada ketua bidang kebudayaan di DinasPariwisata dan Kebudayaan Kuningan, Enday, S.SI., menurut beliau lagu Kuningan ASRI menpunyai makna sebagai pembangkit dan motivator kecintaan terhadap daerah Kuningan. Isi dari lagu Kuningan ASRI menceritakan tentang suatu tempat yang sejahtera sehingga masyarakatnya betah tinggal didalamnya karena memiliki keindahan alam yang bisa dijadikan tempat wisata. Salah satunya tempat wisata Linggarjati yang menjadi ciri khas Kabupaten Kuningan dan Gunung Ciremai sebagai saksi jalannya perjuangan masyarakat dalam membangun Kuningan menuju daerah yang lebih maju.Lagu ini merupakan hadiah dari mahasiswa Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung yang melakukan kuliah kerja nyata di Kabupaten Kuningan yaitu Nano S. pada tahun 1992. Judul lagu ini diambil dari motto Kabupaten Kuningan yaitu ASRI (Aman, Sehat, Rindang dan Indah).
Sedangkan lagu Kuningan Tandang Maju Tanding bermakna tentang visi dan misi Kabupaten Kuningan pada masa kepemimpinan H. Aang Hamid Suganda, S.Sos. (2003-2013).Isi dari lagu Kuningan Tandang Maju Tanding menceritakan Kabupaten Kuningan yang sedang membangun kekuatan untuk berjuang bersama-sama selagi jalan masih terbuka lebar. Semangat dan tekad yang kuat dalam perjuangan di medan pembangunan untuk memberikan hasil yang lebih baik sehingga tercipta masyarakat yang mandiri.Lagu ini diciptakanoleh Con Hasanudinpada saat diminta untuk membuat lagu dalam rangka memeriahkan suatu lomba yang diselenggarakan di Desa Panawuan Kecamatan Cilimus pada tahun 2006. Kemudian bupati tertarik dengan lagu yang diaransemen oleh Drs. Cecep Amelia dan menjadikannya sebagai lagu kedaerahan Kabupaten Kuningan. Pada tahun 2009 dibuatlah rekaman lagu Kuningan tandang maju tanding yang sudah dilegalkan.
Jika dilihat dari isi dan maknanya,lagu Kuningan ASRI lebih cocokuntuk dijadikan mars Kuningan karena lagu ini bersifat abadi tanpa mengenal masa kepemerintahan di daerah Kuningan. Sedangkan lagu Kuningan Tandang Maju Tanding bersifat sementara karena visi dan misi yang terkandung di dalamnya hanya berlaku pada masa kepemimpinan H. Aang Hamid Suganda, S.Sos.
Akan tetapi, justru lagu Kuningan ASRI inilah yang banyak tidak diketahui oleh masyarakat. Padahal lagu ini sering dinyanyikan pada acara-acara formal seperti rapat pemerintah daerah. Saat penulis melakukan wawancara dengan Bapak E. Surahman selaku direktur utama Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Kuningan, beliau mengatakan bahwasannya LPPL belum berani untuk menyiarkan lagu Kuningan ASRI  karena belum adanya rekaman yang legal sehingga ditakutkan adanya kesalahan dalam nada ataupun lirik. Hal ini dikarenakan tidak adanya anggaran khusus untuk pembuatan rekaman tersebut meskipun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan telah mengajukan gagasan mengenai hal tersebut.
Selain faktor diatas, terdapat beberapa faktor lain yang menyebabkan masyarakat Kuningan tidak mengetahui Mars Kuningan ASRI. Diantaranya adalah kurangnya kepekaan pemerintah dalam dunia pendidikan terhadap sejarah dan kebudayaan lokal dengan mengedepankan sejarah dan kebudayaan umum. Selain itu, pelajar di Kabupaten Kuningan pun merasa enggan untuk membudayakan lagu-lagu kedaerahan. Juga karena adanya akulturasi budaya yang disebabkan pernikahan antara masyarakat Kuningan dengan masyarakat daerah lain sehingga pengenalan budaya kepada keturunannya tidak terfokuskan.
Dengan beberapa faktor di atas, seharusnya pemerintah menyediakan dana khusus untuk membuat rekaman Mars Kuningan ASRI agar dapat di publikasikan dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Kuningan. Selain itu upaya untuk mengenalkannya dapat dilakukan dengan cara memasukan lagu kedaerahan setempat ke dalam materi pembelajaran yang bersifat wajib dan dijadikan salah satu lagu yang dinyanyikan dalam upacara bendera di Kabupaten Kuningan. Disamping itu peran orang tua dalam mengenalkan lagu-lagu daerah sangat dibutuhkan agar keturunannya mengetahui kebudayaan lokal setempat.
Oleh karena itu, dibutuhkan peran aktif dari segala pihak agar Mars Kuningan ASRI dapat populer di masyarakat Kuningan sebagaimana lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.




Created by: Siti Rahmaniah N, Tia Sugiyanti, Tiara Rahmananda